Keamanan
Daftar Periksa Pra-Penerbangan
- Sayap: Pastikan sayap terpasang dengan aman dan sambungannya utuh
- Baterai: Terisi penuh, diamankan dengan benar, jumlah sel benar
- Kontrol: Verifikasi respons stick di tab penerima Configurator
- Failsafe: Tes di bangku cadangan sebelum penerbangan (lihat Failsafe)
- Arm Switch: Mengonfigurasi dan menguji —, jangan pernah mengandalkan stick arming saja
- Area Peluncuran: Bebas dari orang, rintangan, dan penghalang di atas kepala
Keamanan Lengan
OrniFlight menggunakan banyak pengaman sebelum mempersenjatai:
- Throttle rendah: Throttle harus minimum
- Level: Kerajinan harus cukup rata
- RX Signal: Diperlukan sinyal penerima yang valid
- CPU Load: Sistem tidak boleh kelebihan beban
- Kalibrasi: Akselerometer dan gyro harus dikalibrasi
Keamanan Dalam Penerbangan
- Terbang dalam garis pandang visual
- Jaga jarak aman dari manusia dan hewan
- Pantau tegangan baterai — mendarat sebelum ambang peringatan
- Di FPV: selalu terbang dengan pengintai
- Angin: ornithopter bisa menjadi peka terhadap angin — ketahui batas kemampuanmu
Prosedur Darurat
| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Kehilangan orientasi | Beralih ke mode INDEPENDENT, stik tengah |
| Kehilangan sinyal | Failsafe akan mendarat secara otomatis (jika prosedur LAND dikonfigurasi) |
| Kerusakan sayap | Segera lucuti — sayap berhenti |
| Serangan burung | Melucuti senjata, menilai kerusakan sebelum mempersenjatai kembali |
| Baterai lemah | Mendarat segera — ornithopters tidak memiliki autorotasi |
Resiko Khusus Ornithopter
- Bahaya terjepit: Mengepakkan sayap dapat menyebabkan cedera — jaga tangan tetap bersih saat bersenjata
- Kegagalan linkage: Periksa semua pushrod dan ball joint sebelum penerbangan
- Resonance: Frekuensi kepakan tertentu dapat memicu resonansi badan pesawat — tune ONDAS sapuan yang harus dihindari
- Glide lockout: Jika servo sayap gagal pada posisi non-netral, pendaratan terkontrol tidak mungkin dilakukan — uji posisi servo failsafe